Wednesday, 10 October 2018

Pesona Batik Trenggalek hingga ke Mancanegara


Koleksi Batik di Galeri UMKM Kab. Trenggalek

Batik merupakan bahan pakaian dengan teknik pewarnaan kain menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. Batik Indonesia memiliki beragam motif yang merepresentasikan daerah-daerah produsen batik dengan ciri khas daerahnya tersebut. Tidak terkecuali batik tulis khas Trenggalek.

Teknik Batik Tulis
Produksi batik tulis Trenggalek sudah ada sejak zaman Kartini dengan motif-motif klasik seperti sida mukti, sida mulya, kawung, truntum, dan parang, untuk kebutuhan supply ke daerah-daerah lain seperti Yogyakarta dan Surakarta bahkan ke luar pulau hingga Sumatra. Batik Trenggalek sendiri memiliki kelebihan yakni menggunakan pewarna alami dari bahan alam sehingga menghasilkan warna batik yang lebih lembut dan klasik. Motifnya yang terlihat elegan sangat cocok apabila digunakan dalam acara atau kegiatan non-formal, semi formal, hingga formal.


Teknik Batik Cap
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan budaya dalam masyarakat, berpengaruh pada semakin beragamnya motif-motif khas dari Kabupaten Trenggalek dengan filosofi-filosofinya, dimulai dari motif cengkeh, dele kutah, bunga truntum, buah manggis, sekar jagad, hingga berbagai hal yang merepresentasikan budaya masyarakat dan hasil bumi di Kabupaten Trenggalek.




Batik Cengkeh

Sekar Jagad

Pameran Fashion Design Karya Lia Afif pada London Fashion Week 2018
Berbanggalah kita sebagai Warga Negara Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur, Batik Trenggalek pada pertengahan Februari lalu Go International dimana batik Trenggalek ini diperagakan pada London Fashion Week dengan rancangan busana oleh Lia Afif dan mendapat apresiasi yang sangat bagus disana.

Novita Hardini (Istri Wakil Bupati) dan Lia Afif sedang membatik kain untuk busana yang akan dipamerkan pada London Fashion Week


Saat ini terdapat satu batik khas Trenggalek yang sedang gencarnya diperkenalkan dan dipasarkan yakni batik Arumi. Batik Arumi ini dirilis pada 5 November 2016. Mengapa dinamakan Batik Arumi? Batik Arumi merupakan salah satu batik tulis khas Trenggalek yang desain dan konsepnya bersumber dari Arumi Bachsin yang merupakan istri dari Bupati Kabupaten Trenggalek. Konsep batik ini bermula pada kejadian Turonggo Yakso yang hampir diklaim oleh negara Malaysia. Untuk mempertahankan Turonggo Yakso sebagai identitas budaya masyarakat Trenggalek, dituangkanlah tarian rakyat ini ke dalam bentuk motif batik khas Trenggalek.


Arumi merilis Batik Turonggo Yakso by Arumi

Terdapat beberapa obyek yang digambarkan pada kain batik ini diantaranya Turonggo Yakso yang merupakan tarian rakyat Kabupaten Trenggalek dan identik dengan penarinya yang kerasukan, bunga kenanga yang biasanya digunakan untuk pemulihan orang yang kerasukan, kawung yang berarti srawung, raket, dan/atau persahabatan, serta bunga truntum yang berarti tentram menyimbolkan kesatuan. Dari keseluruhan obyek tersebut dapat diartikan dalam berkesenian, gotong royong, maupun bermasyarakat yakni harus mempertahankan rasa persahabatan dan kekeluargaan untuk menghasilkan karya maupun mencapai tujuan pada suatu kelompok masyarakat sehingga terwujud kehidupan masyarakat yang damai dan selaras.

Arumi sedang mempresentasikan filosofi Batik Turonggo Yakso
Sebelum adanya batik Arumi ini, memang sudah ada batik Turonggo Yakso. Yang membedakan batik Arumi dengan batik Turonggo Yakso lainnya yakni prodo-nya. Semua pembatik yang ada di Kabupaten Trenggalek boleh menambahkan motif Turonggo Yakso pada batiknya. Namun, apabila batik bermotif Turonggo Yakso yang digores dengan prodo emas, maka batik tersebut dinamai batik Arumi. Dengan adanya prodo pada batik Arumi ini juga untuk memperindah kain batik dan menambah kesan kekinian sehingga cocok apabila diproduksi menjadi busana untuk semua kalangan.


Hon Stephany Uy-Tan (Walikota Catbalogan, Filipina) sedang membatik saat melakukan kunjungan di Kabupaten Trenggalek
Menyediakan berbagai motif khas dan warna di setiap event pameran
 Untuk pemasaran batik Arumi ini sudah mencapai pasar luar negeri dimana mereka memesan langsung dari pengrajin batik yang ada di Kabupaten Trenggalek. Tidak hanya melalui pemesanan, batik Arumi juga dipasarkan di beberapa galeri batik yang ada di Kabupaten Trenggalek dan selalu ada dalam pameran dan festival UMKM daerah maupun nasional, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat yang tertarik untuk membelinya.

No comments:

Post a Comment

Pesona Batik Trenggalek hingga ke Mancanegara

Koleksi Batik di Galeri UMKM Kab. Trenggalek Batik merupakan bahan pakaian dengan teknik pewarnaan kain menggunakan malam untuk me...